Space Iklan
Pilih Maskapai Penerbangan Anda !

Penyiapan wadah tanam Pot/Polybag

Siapkan pot/polybag tempat penanaman berukuran 40 cm x 40 cm yang telah diberi lubang kiri kanannya untuk pengaturan air.
Buat campuran media dengan komposisi tanah, pupuk kandang/bhokasi dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1 sebanyak yang dibutuhkan. 
Penggunaan sekam bertujuan untuk memperbaiki drainase sehingga air tidak tergenang dalam polybag/Semprot dengan Pengendali Hama Tanaman untuk mematikan hama pengganggu dalam media.
Masukkan media tanam tersebut ke dalam polybag setinggi 3/4 dari volume polybag dan dibiarkan selama 1-2 hari agar media tanam lebih siap.

Penanaman Cabe
       1.Bibit yang telah berumur 21 hari setelah pembibitan, kesudah siap ditanam dalam pot/polybag.
        2.Pilih bibit cabe yang baik yaitu yang pertumbuhannya tegar, warna daun hijau, tidak cacat/terkena hama penyakit
3.    Siapkan pot/polybag yang akan ditanami. Sebaiknya pot/polybag yang telah siap ditanami sudah ditempatkan pada tempat masing-masing apabila memang sudah ada rencana, agar tidak terjadi pemindahan lagi. Padatkan permukaan media tanah dan siram dengan air lalu letakkan di tempat terbuka yang terkena sinar matahari langsung.
4.    Wadah media bibit dari plastic/polibag harus dibuka dulu sebelum ditanam. Hati-hati supaya tanah yang menggumpal akar tidak lepas. Bila wadah bibit memakai bumbungan pisang langsung ditanam karena daun tersebut akan hancur sendiri.
5.    Tanam bibit tersebut di pot/polybag penanaman. Tanam bibit tepat di bagian tengah dan tambahkan media tanahnya hingga mencapai sekitar 2 cm dari bibir atas pot/polybag
6.    Waktu penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari untuk mengurangi penguapan.
7.    Bibit ditanam sebatas pangkal batang dengan posisi tegak lurus, media/tanah di sekitar batang dipadatkan atau ditekan dengan jari agar perakaran lebih kuat kemudian dilakukan penyiraman.
Apabila cuaca panas, sebaiknya tanaman diberi penaung/pelindung dari pelepah pisang yang ditekuk menjadi dua bagian kemudian disungkupkan menutupi bibit menyerupai bentuk segitiga sama kaki. Pemberian pelindung ini dimaksudkan supaya bibit yang baru ditanam tetap segar dan tidak mengalami kelayuan.

Pemeliharaan :
Kegiatan pemeliharaan yang dilakukan antara lain : pemipilan/perempelan, penyiraman, pengajiran, pengikatan, penyiangan, pemupukan serta pengendalian hama dan penyakit.
1)    Pemipilan/perempelan dilakukan terhadap tunas samping yang muncul sebelum pembungaan agar tanaman tumbuh besar terlebih dahulu. Lakukan Perempelan daun-daun tua, bunga pertama dan seluruh tunas yang keluar dari ketiak daun di bawah percabangan pertama;..
2)    Penyiraman; Apabila tidak ada hujan, penyiraman dilakukan 2 kali setiap hari, pagi dan sore selama 2 minggu, setelah itu penyiraman cukup dilakukan 1 kali setiap hari atau sesuai dengan kondisi kelembaban tanah. Penyiraman tanaman sebaiknya dilakukan pada pagi hari sebelum jam 09.00 pagi, pada sore  hari  jam 16.00 sore.
3)    Pengajiran; Ajir (lanjaran) ditancapkan dalam pot/polybag di samping tanaman pada jarak 8 - 10 cm dari pangkal batang, kemudian ikat batang dengan anjir.
4)    Pengikatan dilakukan pada ajir membentuk huruf “8“ sehingga tidak menghambat pertumbuhan batang. Pengikatan dilakukan pada ajir sebanyak tiga simpul setiap tanaman yaitu : di bawah cabang Y pada umur 15 - 30 hari setelah tanam (hst), di atas cabang Y umur 30 – 40 hst dan pada waktu pembesaran buah 50 – 60 hst.
5)    Penyiangan dilakukan bersamaan dengan pemupukan yaitu setiap 2 minggu sekali dengan mencabut rumput/gulma di sekitar tanaman cabe.

                            

6)    Pemupukan :
a.    Setelah usia 1 minggu semprot dengan pupuk organik cair yang 70 – 100 ml dilarutkan dalam 14 liter air dan lakukan seminggu sekali pada tanaman.
b.    Setelah  2 minggu dipupuk dengan NPK sebanyak 5 gr/tanaman atau 1 ons dilarutkan dengan air dan siramkan untuk 20 tanaman, dan dilakukan setiap 2 minggu sekali sampai umur 2,5 bulan. Penggunaan pupuk kimia hanya diberikan max 30 % dari standar penggunaan pupuk anorganik pada tanaman hortikultura.
7)    Pengendalian hama :  hama yang dominan menyerang adalah kutu daun, thrips dan lalat buah sedangkan penyakit yang timbul diantaranya layu bakteri dan virus mozaik yang menyebabkan stagnasi dan kematian tanaman. Pengendaliannya:
a.    Untuk mengendalikan hama lalat buah dapat digunakan perangkap yang telah diolesi dengan Antraxtan/ lem yang mengandung “eugenol“ untuk menarik lalat buah yang ditempatkan setiap sudut lokasi pertanaman cabe dalam pot/polybag.
b.    Untuk mengendalikan serangga pengisap daun seperti Thrips, Aphid, penyakit busuk buah kering (Antraknosa) yang disebabkan cendawan, gunakan fungisida.

Masa Panen dan Pemetikan:

1.    Pada umur 40 hari setelah tanam, cabe dalam pot/polybag sudah masuk fase generatif yaitu mulai berbunga dan pematangan buah sampai umur 70 hari setelah tanam. Panen pertama dilakukan pada umur 75-80 hari kemudian panen berikutnya setiap 3-4 hari sekali / sesuai dengan kondisi buah.
2.    Pemetikan dilakukan dengan hati-hati agar percabangan/tangkai tanaman tidak patah (sebaiknya menggunakan gunting atau pisau yang tajam).
3.    Setelah pemetikan buah lakukan penyemprotan  apabila ada serangan hama dan penyakit.


Kesimpulan :

Menanam cabe dalam pot/polybag cukup mudah dilaksanakan dan tidak memerlukan biaya yang besar. Begitu pula tanaman terong, tomat, dan sebagainya. Caranya tidak jauh berbeda dengan keterangan budidaya cabe di atas.

Budidaya seperti ini merupakan salah satu upaya memanfaatkan lahan pekarangan atau lahan sekitar rumah yang masih kosong, disamping untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus untuk memperindah halaman rumah. Apabila dilakukan di areal yang luas, tananam cabe, tomat, terong dll, dalam polybag juga menjanjikan peluang bisnis yang cukup baik, selain menjual hasilnya juga bisa menjual benih dalam polybag atau tanaman cabe yang sudah berbuah dengan harga yang pantas.(Drs.Mispan,M.Si)


Share this article :
 

Copyright © 2013. MISPAN CENTER - All Rights Reserved
Login
powered by YusmanH